Saturday, April 9, 2016

Efektivitas program PNPM Mandiri Perdesaan dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Masyarakat




BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
          Penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan adalah upaya pemerintah untuk membangun kapasitas masyarakat secara lebih baik. Penerapan prinsip-prinsip bertumpu pada pembangunan manusia, berorientasi pada masyarakat miskin.  
         Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri termasuk PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) saat ini menjadi program unggulan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Replikasi PNPM Mandiri diberbagai departemen menjadi bukti bahwa PNPM Mandiri diakui berhasil. Pada tahun anggaran 2010 PNPM MPd ini mengadakan pelaksanaan mekanisme integrasi. Mekanisme ini sudah dilakukan dalam beberapa tahun ini dengan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten. Dari hasil evaluasi sementara terlihat adanya ketidakefektifan dari proses ini. Atas dasar tersebut pada tahun 2010 dilakukan pilot pada 40 kabupaten terpilih untuk melaksanakan mekanisme integrasi melalui program pengembangan sistem pembangunan partisipasif (P2SPP).
       Program Pengembangan Sistem Pembangunan Partisipasif (P2SPP) sebagai salah satu pilot program dalam PNPM MPd yang berbasis pemberdayaan masyarakat memiliki fokus untuk menyatupadukan atau mengintegrasikan pengalaman perencanaan pembangunan partisipasif yang ada di PNPM MPd kedalam sistem pembangunan regular di daerah.serta mendorong penyelarasan teknokratis, politis dengan partisipasif.
        Proses yang ada di program pengembangan sistem pembangunan partisipasif dilakukan melalui upaya meningkatkan kualitas perencanaan ditingkat desa serta memperkuat sistem perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran yang lebih berpihak kepada masyarakat,terutama masyarakat miskin,dengan harapan agar pemerintah daerah lebih memperhatikan usulan yang sudah direncanakan masyarakat secara partisipasi untuk dapat didanaioleh APBD maupun program-program penanggulangan kemiskinan yang didanai APBN.
       Pada dasarnya program ini memiliki dua agenda besar yaitu : peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan pemerintah lokal dalam penyelenggaraan pembangunan berbasis masyarakat. Selain itu program ini dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan keterampilan masyarakat. Program ini dimaksudkan agar masyarakat mampu berpartisipasi aktif dalam hal peningkatan kualitas masyarakat pedesaan, dapat meningkatkan minat usaha kecil sebagai wirausaha di perdesaan. Dari pengamatan awal, diperoleh gambaran bahwa progran PNPM di desa Bukateja Balapulang, dapat meningkatkan jumlah orang yang mengaku berminat untuk membuka usaha.
        Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ”Efektivitas program PNPM Mandiri Perdesaan dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Masyarakat Desa Bukateja Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal”.

B.   Identifikasi Masalah
Beberapa masalah yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini antara lain mencakup
1.    Bagaimana dan sejauh mana minat berwirausaha dari masyarakat desa Bukateja sebelum ada program PNPM.
2.    Bagaimana dan sejauh mana minat berwirausaha masyarakat sesudah ada program PNPM.
3.    Apakah terdapat peningkatan minat berwirausaha, sebelum dan sesudah program PNPM tersebut.

C.   Pembatasan Masalah
     Minat berwirausaha dipahami sebagai keinginan seseorang untuk mengaplikasikan inovasinya dan mengembangakan kemampuan yang dimilikinya sesuai bidang keterampilannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Beberapa indikator minat berusaha meliputi (1) ingin mempunyai usaha, (2) ingin mempunyai penghasilan atas usahanya sendiri, (3) rajin mencari informasi tentang usaha (produksi atau niaga), (4) menghargai semua pekerjaan yang ada.

D.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian, identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah diuraikan maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.      Bagaimanakah program PNPM Mandiri Perdesaan di desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal?
2.      Bagaimanakah minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal?
3.      Apakah program PNPM Mandiri Perdesaan secara efektif dapat meningkatkan minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal?

E.   Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan maka tujuan pada penelitian ini :
1.    Untuk mengetahui program PNPM Mandiri Perdesaan di desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal.
2.    Untuk mengetahui minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal?
3.    Untuk mengetahui efektifitas program PNPM Mandiri Perdesaan dalam meningkatkan minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal.

F.     Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    Manfaat Teoritik
a.    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan khasanah   pengetahuan tentang penyuluhan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.
b.    Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan pelaksanaan  penelitian selanjutnya.
2.    Manfaat Praktik
a.    Bagi Peneliti
  Hasil penelitian ini, peneliti mendapatkan pengetahuan tentang penyuluhan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Sehingga mampu menerapkan pengetahuan langsung di masyarakat.
b.    Bagi Masyarakat
  Hasil penelitian ini diharapkan masyarakat  dapat belajar mandiri untuk berfikir kreatif dalam pengadaan produk. Untuk meningkatkan mutu keterampilan masyarakatdalam berwirausaha.
c.    Bagi Pemerintah
  Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan kepada pemerintah tentang minat berwirausaha masyarakat. Dan sebagai upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan suatu negara.

No comments:

Post a Comment