BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Penanggulangan kemiskinan dengan
pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan adalah upaya pemerintah untuk membangun
kapasitas masyarakat secara lebih baik. Penerapan prinsip-prinsip
bertumpu pada pembangunan manusia, berorientasi
pada masyarakat miskin.
Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Mandiri termasuk PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) saat ini
menjadi program unggulan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Replikasi
PNPM Mandiri diberbagai departemen menjadi bukti bahwa PNPM Mandiri diakui
berhasil. Pada tahun anggaran 2010 PNPM MPd ini mengadakan pelaksanaan
mekanisme integrasi. Mekanisme ini sudah dilakukan dalam beberapa tahun ini
dengan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten. Dari hasil evaluasi
sementara terlihat adanya ketidakefektifan dari proses ini. Atas dasar tersebut
pada tahun 2010 dilakukan pilot pada 40 kabupaten terpilih untuk melaksanakan
mekanisme integrasi melalui program pengembangan sistem pembangunan
partisipasif (P2SPP).
Program Pengembangan Sistem
Pembangunan Partisipasif (P2SPP) sebagai salah satu pilot program dalam PNPM
MPd yang berbasis pemberdayaan masyarakat memiliki fokus untuk menyatupadukan
atau mengintegrasikan pengalaman perencanaan pembangunan partisipasif yang ada
di PNPM MPd kedalam sistem pembangunan regular di daerah.serta mendorong
penyelarasan teknokratis, politis
dengan partisipasif.
Proses yang ada di program
pengembangan sistem pembangunan partisipasif dilakukan melalui upaya
meningkatkan kualitas perencanaan ditingkat desa serta memperkuat sistem
perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran yang lebih berpihak kepada
masyarakat,terutama masyarakat miskin,dengan harapan agar pemerintah daerah
lebih memperhatikan usulan yang sudah direncanakan masyarakat secara
partisipasi untuk dapat didanaioleh APBD maupun program-program
penanggulangan kemiskinan yang didanai APBN.
Pada dasarnya program ini memiliki dua
agenda besar yaitu : peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan pemerintah
lokal dalam penyelenggaraan pembangunan berbasis masyarakat. Selain itu program
ini dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan keterampilan masyarakat. Program
ini dimaksudkan agar masyarakat mampu berpartisipasi aktif dalam hal
peningkatan kualitas masyarakat pedesaan, dapat meningkatkan minat usaha kecil sebagai
wirausaha di perdesaan. Dari pengamatan
awal, diperoleh gambaran bahwa progran PNPM di desa Bukateja Balapulang, dapat
meningkatkan jumlah orang yang mengaku berminat untuk membuka usaha.
Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul
”Efektivitas program PNPM Mandiri Perdesaan dalam Meningkatkan Minat
Berwirausaha Masyarakat Desa Bukateja Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal”.
B. Identifikasi
Masalah
Beberapa masalah yang dapat diidentifikasi
dalam penelitian ini antara lain mencakup
1. Bagaimana dan
sejauh mana minat berwirausaha dari masyarakat desa Bukateja sebelum ada
program PNPM.
2. Bagaimana dan
sejauh mana minat berwirausaha masyarakat sesudah ada program PNPM.
3. Apakah
terdapat peningkatan minat berwirausaha, sebelum dan sesudah program PNPM
tersebut.
C. Pembatasan
Masalah
Minat berwirausaha dipahami sebagai keinginan seseorang untuk
mengaplikasikan inovasinya dan mengembangakan
kemampuan yang dimilikinya sesuai bidang keterampilannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh
keuntungan. Beberapa indikator minat
berusaha meliputi (1)
ingin mempunyai usaha, (2) ingin mempunyai penghasilan atas usahanya sendiri,
(3) rajin mencari informasi tentang usaha (produksi atau niaga), (4) menghargai
semua pekerjaan yang ada.
D. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian,
identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah diuraikan maka rumusan
masalah penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.
Bagaimanakah program PNPM Mandiri Perdesaan di desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal?
2.
Bagaimanakah minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan
Balapulang kabupaten Tegal?
3.
Apakah program PNPM Mandiri Perdesaan secara efektif dapat meningkatkan
minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten
Tegal?
E. Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah
diuraikan maka tujuan pada penelitian ini :
1. Untuk mengetahui program
PNPM Mandiri Perdesaan di desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal.
2. Untuk mengetahui minat
berwirausaha masyarakat desa Bukateja kecamatan Balapulang kabupaten Tegal?
3. Untuk mengetahui efektifitas program PNPM Mandiri Perdesaan dalam meningkatkan minat berwirausaha masyarakat desa Bukateja
kecamatan Balapulang kabupaten Tegal.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang
diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Manfaat Teoritik
a.
Hasil
dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan khasanah pengetahuan tentang penyuluhan Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.
b.
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan pelaksanaan penelitian selanjutnya.
2.
Manfaat Praktik
a. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini, peneliti
mendapatkan pengetahuan tentang penyuluhan Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Sehingga mampu menerapkan pengetahuan
langsung di masyarakat.
b. Bagi
Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan
masyarakat dapat belajar mandiri untuk
berfikir kreatif dalam pengadaan produk. Untuk meningkatkan mutu keterampilan
masyarakatdalam berwirausaha.
c. Bagi
Pemerintah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan
masukan kepada pemerintah tentang minat berwirausaha masyarakat. Dan sebagai
upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan suatu negara.
No comments:
Post a Comment