Thursday, July 14, 2016

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Mengajar



  a.  Faktor Intern
1.   Faktor Jasmaniah
Keadaan fisik seseorang berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Seseorang yang mengalami kelainan fisik akan terganggu dalam menerima materi pelajaran. Kesehatan fisik meliputi, kesehatan kelima panca indera dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2.   Faktor Psikologis
Faktor psiskis yanga dimaksud adalah faktor yang berhubungan proses belajar mengajar. Faktor psikologis di sini juga termasuk perspektif siswa terhadap guru yang mengampu mata pelajaran. Apabila sejak awal, siswa sudah merasa tidak nyaman diajar oleh salah seorang guru maka akanberdampak pada. Seorang guru hendaknya senantiasa bersikap yang menarik agar siswa merasa dekat dan nyaman dalam  melakukan pembelajaran.
3.   Faktor Kelelahan
         Kondisi fisik yang dalam keadaan tidak sehat apabila dipaksakan untuk mengikuti pelajaran maka hasil yang dicapaitidak akan optimal. Proses belajar tidak boleh dipaksakan apabila melihat ada kondisi siswa yang tidak dalam keadaan sehat maka dianjurkan untuk tidak mengikuti pelajaran. Faktor kelelahan juga termasuk kelelahan psikis, seseorang yang dalam keadaan banyak masalah sedangkan masalah itu belum ditemukan jalan keluarnya maka seseorang itu tidak akan bisa berkonsentrasi secara penuh dalam belajar, pelajaran yang diterimannya tidak dapat masuk dan tidak dapat dipahami oleh siswa yang bersangkutan.
b.  Faktor Ekstern
1.   Faktor Keluarga
     Faktor keluarga memegang peranan yang penting dalam keberhasilan suatu proses belajar mengajar, adapun peranan keluarga yang berpengaruh terhadap proses belajar mengajar diantaranya adalah sebagai berikut:
a)  Cara Mendidik
          Pendidikan yang pertama kali diterima anak adalah pendidikan yang diterima dalam lingkungan keluarganya. Apabila di dalam suatu keluarga sejak anak masih kecil sudah ditanamkan tentang kedisiplinan terutama kedisiplinan dalam belajar maka pada perkembangan berikutnya akan membawa dampak positip bagi anak yang dapat berupa keberhasilan dalam bidang akademik
b)  Pengertian Orang Tua
Pengertian orang tua yang dimaksud adalah kesadaran yang dimiliki oleh orang tua untuk menyediakan sarana-sarana penunjang belajar yang dapat berupa dengan membelikan buku-buku pelajaran.
c)  Suasana Rumah
Suasana rumah yang tenang jauh dari keramaian akan berdampak positip pada kenyamanan anak dalam belajar. Di harapkan dengan kondisi rumah yang tenang proses belajar anak akan lebih optimal dan materi yang sedang dipelajari akan bisa dipahami dengan baik.
d)  Keadaan Ekonomi
Faktor ekonomi keluarga sangat penting dalam menentukan kelancaran belajar seseorang. Seseorang yang dalam kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan maka dalam pendidikan anak-anaknya akan mengalami banyak kendala terutama dalam segi pembiayaan dan pembelian buku-buku pelajaran. Waktu yang tersedia untuk belajar biasanya akan dipergunakan untuk membantu orang tuanya dalam mencari nafkah.
2.   Faktor Sekolah
a)  Hubungan Guru Dengan Siswa
Hubungan guru yang terlalu dekat dengan siswa adalah tidak baik, karena ada kecenderungan siswa akan menyepelekan pelajaran. Siswa menganggap gurunnya adalah teman dekatnya dan tidak ada perbedaan. Namun hubungan yang terlalu jauh antara siswa dengan gurunya juga tidak baik, dikawatirkan ada keengganan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Seorang guru harus bisa menjalin kedekatan dengan siswa dalam proses belajar mengajar tanpa harus kehilangan kedudukannya sebagai guru yang harus dihormati oleh siswa. Penguasaan materi yang mumpuni akan membantu guru terutama dalam hubungannya dengan sikap menghormati oleh siswa.
b)  Metode Mengajar
Metode mengajar yang monoton akan membosankan bagi siswa. Seorang guru hendaknya tidak menggunakan satu metode pembelajaran saja, banyak metode yang tersedia yang dapat digunakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran di kelas.
c)  Media Mengajar
Media mengajar merupakan alat Bantu untuk mempermudah penerimaan siswa terhadap materi pelajaran yang sedang diajarkannya. Penyampaian materi dengan menggunakan media akan lebih menarik sehingga siswa akan menaruh minat yang besar terhadap mata pelajaran yang sedang diajarkannya. Dalam melakukan pembelajaran kewarganegaraan biasannya media yang digunakan adalah media OHP, peta, filem, dan gambar
d)  Kurikulum
Kurikulum merupakan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu, adapun kurikulum yang tidak baik adalah kurikulum yang terlalu padat dan diatas kemampuan siswa serta tidak sesuai dengan bakat siswa dan perhatian siswa hal tersebut beban siswa semakin berat. Apalagi kurikulum sekarang belum dapat memberikan pedoman perencanaan yang demikian.
3.   Faktor masyarakat
           Masyarakat mempunyai pengaruh yang besar dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Di dalam masyarakat anak bergaul dengan banyak orang. Dalam pergaulannya seorang anak akan mencontoh apa yang diperlihatkan oleh lingkungan tempat tinggalnya. Seorang anak yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakatnya gemar membaca maka lambat laun si anak akan terbawa kebiasaan lingkungannya yang gemar membaca.

Ali Muhamad. 2008. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algesindo. Bandung.
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta.

Friday, July 8, 2016

Kompetensi Personal Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembentukan Sikap Percaya Diri Siswa



ABSTRAK


Katakunci : kompetensi personal dan sikap percaya diri.

Rumusan masalah penelitian ini (1)bagaimanakah kompetensi personal guru PKn, (2) bagaimanakah sikap percaya diri siswa, (3) apakah kompetensi personal guru Pendidikan Kewarganegaraan  dapat membentuk  sikap percaya diri siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal  Tahun Pelajaran 2014/2015?.     Tujuan dalam penelitian ini (1) untuk mengetahui kompetensi personal guru PKn, (2) untuk mengetahui sikap percaya diri siswa, (3) untuk menganalisis kompetensi personal guru Pendidikan Kewarganegaraan  dalam pembentukan  sikap percaya diri siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal  Tahun Pelajaran 2014/2015. 
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal.  Responden (informan) adalah guru PKn dan siswa kelas VIII sebayak 9 (sembilan) siswa. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tiga komponen analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Penyajian data, setelah data diorganisasikan, selanjutnya data disajikan dalam uraian-uraian naratif.
         Hasil penelitian,  kompetensi pribadi guru PKn meliputi kemampuan dalam memahami diri, mengelola diri, mengendalikan diri dan menghargai diri. Indikator mantap (stabil), dewasa, beraklak mulia, arif bijaksana, berwibawa, berperilaku teladan, bertindak sesuai norma religius, jujur, ikhlas, dan suka menolong. Kompetensi guru yang paling sedikit setiap guru tak terkecuali Guru PKn memiliki kemampuan (1) menguasai bahan atau materi ajar khususnya mata pelajaran PKn, (2)  mengelola program belajar mengajar khususnya mata pelajaran PKn, (3) mengelola kelas, (4) menggunakan media atau sumber khususnya mata pelajaran PKn, (5) menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran,  mata pelajaran PKn dan (6) memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikanguna keperluan pengajaran di sekolah.
Rasa percaya diri siswa dengan indikator, dapat dibentuk, afektif, kognitif, konatif, memiliki sikap positif dalam pembelajaran, memiliki sikap terhadap norma, antusias, percaya diri, pengembangan potensi diri, dan optimis.  Rasa percaya diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal belum seluruhnya memiliki kesadaran dalam melakukan suatu hal, diketahui dengan rasa keyakinan atas kemampuan yang dimiliki terhadap dirinya, masif bersifat layaknya remaja, belum berpikir tentang tujuan hidup. Hal ini wajar karena pada tingkat usia yang remaja masih memerlukan pembinaan yang intensif. Ada kecenderungan guru PKn mampu melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan indikator-indikator tersebut dalam membentuk  sikap percaya diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal  Tahun Pelajaran 2014/2015.



Sumber :
WASKITO, BAYU.2015. “Kompetensi Personal Guru Pendidikan Kewarganegaraan  dalam Pembentukan  Sikap Percaya Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kabupaten Tegal  Tahun Pelajaran 2014/2015”.Skripsi.Pendidikan Pancasila dan Kewargaan Negara.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal. 
Pembimbing 1.Drs.Subiyanto, M.Pd; 
                   2.Wahyu Jati Kusuma, S.H.,M.Hum.

Friday, April 29, 2016

judul skripsi bimbingan konseling (BK) PKn, Pend.Ekonomi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika




1. Upaya MEREDUKSI  Perilaku Berpacaran Negatif  Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada  Peserta Didik

2. Analisis Faktor-Faktor Kompetensi Guru BK Kaitannya dengan Kualitas Layanan Bimbingan Konseling di SMP 

3. Peran guru dalam pembentukan karakter disiplin siswa melalui mata pelajaran ppkn di  MTs  

4. Efektivitas Pembelajaran  Pendidikan Kewarganegaraan antara Pendekatan Problem Solving dengan Konvensional dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik  

5. Pengaruh Faktor Lingkungan Eksternal Terhadap Minat Mahasiswa untuk Menjadi Young Enterpreneur 

6. PERANAN DIALOG UNTUK MEMBANGUN CERITA DALAM NOVEL  

7. Analisis Fungsi Konjungsi dalam Novel dan  Implikasinya bagi Pembelajaran Bahasa di SMP  
8. The Implementation of Sketch To Stretch Strategy in Teaching Reading  Comprehension 

9. Efektivitas Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Prestasi Belajar Matematika  Pada Siswa MTs